Logo

Logo

Bertepatan HUT ke-81 RI, Bupati Tulang Bawang Launching Bank Sampah dan Sumur Kompos

Jendela Lampung News
Senin, 17 Agustus 2026, 18.55 WAT
Last Updated 2026-09-28T11:55:59Z

 



Tulang Bawang — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui langkah nyata menjaga lingkungan. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang resmi meluncurkan Bank Sampah Induk Kabupaten Tulang Bawang “Bank Sampah Udang Manis” sekaligus meresmikan Sumur Kompos, Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen daerah terhadap persoalan sampah. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menempatkan pengurangan sampah sebagai gerakan bersama yang harus dimulai dari sumbernya, terutama dari lingkungan rumah tangga.

Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan.,MM menegaskan, persoalan sampah menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah daerah. Karena itu, dibutuhkan perubahan cara pandang dan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah.

Menurut Bupati, nama “Udang Manis” memiliki makna yang kuat. Udang merupakan salah satu identitas Tulang Bawang sebagai daerah penghasil udang, sementara kata “manis” menjadi simbol harapan agar pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat nyata dan nilai ekonomi bagi masyarakat

“Komitmen nyata Kabupaten Tulang Bawang terlihat dari pelaksanaan Gerakan Total Pengurangan Sampah. Ini langkah konkret kita untuk menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Melalui Bank Sampah Induk “Udang Manis”, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang mendorong perubahan paradigma bahwa sampah bukan semata-mata persoalan atau beban, melainkan sumber daya yang dapat dipilah, didaur ulang, dikelola, dan memiliki nilai ekonomis.

Masyarakat diharapkan mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan melalui pengomposan.

Untuk mendukung pengelolaan sampah organik tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang turut menghadirkan Sumur Kompos. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos, sehingga dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Grand launching dan peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta generasi muda dari SMA se-Menggala. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwav persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. (Feri)

TrendingMore